Jokowi Kepergok Ngopi - Ini Pernah Mengejutkan

Presiden Jokowi memang dikenal sering blusukan. Kebiasaan ini bukan dadakan namun sudah dilakukan sejak sebelum menjadi Walikota Solo. Itulah cara mantan gubernur Jakarta ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi di tengah masyarakat. Setelah jadi gubernur di Ibukota RI dan sesudah menjadi RI 1 pun kebiasaan yang sering membuat Paspampress harus menyesuaikan diri dengan spontanitas Presiden Joko Widodo ini. Kita sering melihat Jokowi dengan santai blusukan di pasar atau di pedesaan. 

Presiden Joko Widodo sering melakukan aksi spontan jika sedang kunjungan kerja di berbagai wilayah NKRI. Di saat lapar Presiden yang sedang menjalani masa periode kedua ini langsung perintahkan supir Istana untuk singgah di warung atau rumah makan, sehingga membuat terkejut para pengawal maupun warga yang tiba-tiba melihat orang nomor 1 ini masuk warung atau mall. 
Jokowi ngopi, Jokowi, Presiden Jokowi, Joko Widodo, warung kopi, Jokowi blusukan, Kopi Luwak, new normal, normal baru,
Presiden Jokowi nyeruput kopi di warung kopi pinggir jalan (kompasiana.com)
Sebagai penggemar kopi, Presiden Jokowi pun tidak pernah lupa mencari tempat nongkrong untuk menyeruput kopi. Sebagai orang sederhana yang masa kecilnya hidup di pinggiran sungai ini tidak selalu ngopi di tempat yang kerens seperti cafe atau mall, ternyata warung kopi di pinggir jalan pun disambangi. Yang penting bisa mendapatkan kopi asli, bukan kopi instant. Begitulah seorang penggemar kopi sejati, pantang biasanya untuk menyeduh kopi instant.

Entah kopi daerah mana sebenarnya yang menjadi favorit Jokowi, apakah kopi Gayo, Papua, Medan atau kopi Luwak dari Bali. Sebagai true coffee lovers, Jokowi lebih memilih kopi bubuk asli. Warung kopi tradisional masih banyak yang tetap menyajikan kopi asli, dimana kopi lokal merupakan kopi utama di warung tersebut. 

Kalau jalan-jalan ke Aceh, Pontianak, Medan, Jogjakarta, Medan atau di beberapa warung kopi legendaris di Jakarta, kita bisa menemukan warung kopi dengan sajian kopi asli Nusantara seperti kopi dari Mandailing, Kintamani (Bali), Jawa Barat, atau kopi Flores yang kini mulai ngetop di luar negeri. 

Meskipun Presiden Joko Widodo yang juga gemar blusukan dengan sepeda motor gede dengan jaket bergaya rockers era milenial ini sering juga menyeruput kopi yang dijual pengusaha muda milenial untuk mendukung semangat wirausaha atau entrepreneurship di kalangan generasi muda ini - Jokowi yang juga gemar minum jamu ini tetap lebih nyaman ngopi di warung kopi tradisional. 

Jokowi sangat happy ngopi atau makan di warung wong cilik. Ternyata para konglomerat atau tokoh terkenal pun banyak yang seperti Presiden asal Solo ini, yaitu merasa baru menikmati makan atau ngopi dalam arti sesungguhnya adalah justru ngopi di tempat-tempat sederhana. Posisi sebagai orang VVIP dengan berbagai fasilitas 5 stars yang melekat pada diri mereka tidak merasa gengsi untuk nongkrong di warung yang biasanya dikunjungi wong cilik seperti supir angkot, pengusaha kecil, mahasiswa indekos atau para buruh ini. 

Meskipun ada seniman jalanan sedang ngamen di warung itu, Jokowi atau para milyader tidak merasa terganggu dengan lagu-lagu yang mereka nyanyikan. Menjadi orang nomor 1 atau kaya raya tidak selalu membuat mereka gede rasa, gengsian atau lupa pada asal mereka. Mungkin Indonesia masih membutuhkan pemimpin yang down to earth, yaitu pemimpin yang tetap merasa nyaman ketika berada di tengah wong cilik, sehingga mereka bisa mendengar isi hati rakyat yang sebenarnya, bukan hanya laporan para staff. 

Pada tayangan berikut ada peristiwa menarik yang penting disimak dalam perjalanan seorang Jokowi di sebuah warung kopi di sela-sela kunjungannya ke sebuah daerah di Nusantara.


Apa pendapat anda setelah menyaksikan tayangan langka ini? 

Apakah Jokowi akan tetap ngopi di warung kopi setelah masuk era new normal atau new normal?


Comments

Popular posts from this blog

Rupiah kembali perkasa di tengah dahsyatnya Covid-19 di negeri Donald Trump

Job Vacancy as a Barista

Anies Baswedan Menyebarkan Post Truth? Di Mana Juru Bicara Negara?

Information